Memandang Langit Malam dan Hal yang ku Temukan



 Hari-hari kulalui begitu monoton. Bangun tidur, mandi, berangkat kerja, bekerja, pulang, terjebak macet, sampai dirumah, mandi, santai, kemudian tidur. Kalau libur paling cuma mager di rumah kontrakan, tak jarang berkemas rumah, jalan-jalan di seputaran Kota, kalau ada yang ngajak jalan baru keluar dari zona nyaman :v , itupun belum tentu aku menerima ajakan. Seperti itulah rutinitas dalam kehidupan ku di usia dua puluh keatas ini,  mau tak mau ya harus bisa mandiri dan mencari nafkah sendiri,  karena tak mungkin kedua orang tuaku terus-menerus menafkahi ku,  apalagi aku adalah anak laki-laki tertua di dalam saudara kandung ku,  sudah sepatutnya aku menjadi teladan untuk adik laki-laki ku. dan kelak aku akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga keluarga kecilku.

 Dalam kesunyian malam,terkadang aku mengenang masa lalu,  masa dimana aku masih berada dibawah ketiak kedua orang tuaku,  masa kanak-kanak hingga remaja,  terkadang aku pernah berpikir untuk kembali ke masa itu,  dimana aku belum diberikan tanggung jawab bekerja dan mencari nafkah,  belum mengenal rasa pahit manisnya dinamika percintaan yang kuhadapi sekarang ini,  masa penuh kecerian dan kegembiraan,  pokoknya banyak senang nya daripada susahnya :v ,  Singkat cerita kenangan itu membawa ku mengingat kembali suasana 6 tahun yang lalu.

  Aku berasal dari kampung berjarak 34 kilometer dari pusat kota, Kabupaten Mempawah,  dan berada di tepian kecamatan Segedong, tinggal beberapa puluhan langkah lagi ke utara sudah memasuki kecamatan Sungai Pinyuh.  Namanya juga kampung ya pasti suasananya sepi dengan keramahtamahan penduduk nya,  bertetangga walaupun tak sedarah tapi menanggap seperti keluarga sendiri,  rasa gotong-royong dan kebersamaan masih kental juga adat istiadat nya.  Hal ini berbeda terbalik dengan keadaan Kota, rumah berdekatan tapi hidup bernafsi - nafsi,  akupun harap memaklumi,  karena Kota identik dengan kepadatan penduduk yang tinggi dimana berbagai suku,  budaya,  dan banyak berasal dari luar daerah membaur di dalam Kota,  dengan tujuan mereka sebagian besar adalah mencari nafkah. Karena di kampung atau daerah lapangan pekerjaan masih minim. Dikarenakan di Kota masyarakat nya lebih beragam,  tentu hal ini yang membuat mereka merasa segan untuk bergaul karena mereka lebih menjaga etika dan perasaan orang-orang yang berlainan dan lebih beragam adat istiadat, budaya nya di daerah masing-masing.
Hehe kok jadi membahas kota dan kampung ya.. :v ok kita tingalkan pembahasan kota dan kampung nya,  sekarang membahas sesuai judul dalam artikel ini :v .

  Ketika malam tiba,  kampung kelahiran ku sangat sepi,  hampir tak ada aktivitas sama sekali,  paling cuma ibu-ibu yang menggendong anaknya pergi kewarung,  atau pekikan riang kanak-kanak pulang dari ngaji,  atau bapak-bapak lalu lalang yang pergi atau pulang dari yasinan. Dalam kesunyian malam itu aku memandang langit bertaburan bintang. Jam waktu itu menunjukkan pukul 8 malam di bulan Agustus 2011, Begitu jelas kulihat titik-titik putih,  biru,  dan ada kemerah-merahan berkelap-kelip di langit.  Sangat menyenangkan bisa memandang bintang-bintang,  apalagi waktu itu dikampung ku lampu jalan belum dipasang sehingga sangat begitu jelas sekali.  Sesekali aku melihat objek seperti bintang namun bergerak dengan kecepatan tinggi, dan tak jarang pula meteor melesat di kegelapan malam. Saking seringnya aku memandang langit,  bahkan aku mengenal beberapa rasi bintang,  seperti rasi bintang Crux berbentuk seperti layang-layang berada di langit selatan, Orion berada di arah Barat,  rasi Ursamayor di arah utara,  dan rasi Scorpio di arah Tenggara.  Ada beberapa rasi bintang lainnya seperti rasi Canis major letaknya berada di kaki rasi Orion arah selatan yang memiliki bintang paling terang di langit yaitu Sirius,  bahkan saking terangnya,  jam lima sore kita bisa melihat bintang ini sebagai titik putih kecil,  itu kalau langit sedang cerah,  rasi bintang Lyra berbentuk segitiga di langit utara, bintang Canopus bintang terang kedua di langit yang letaknya arah Barat Daya.  Kalau beruntung,  juga bisa menemukan planet Venus di arah Barat,  planet Jupiter yang berada di posisi atas kepala atau agak ke Timur, planet Saturnus,  dan planet Mars di arah Tenggara.  Kalau di perhatikan,  rasi bintang yang diamati di langit tidaklah tetap posisi nya.  Setiap bulannya mereka akan berpindah posisi sehingga tiap bulannya posisi rasi bintang berbeda arah, Hal ini disebabkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Contohnya saja rasi Orion.  Pada bulan Juni - Agustus ia berada di langit Barat, September - Oktober ia akan terbenam lebih awal,  Oktober - November ia terlihat di langit timur 1 jam sebelum matahari terbit,  November dan Desember ia terbit jam 4 Subuh arah Timur,  begitu seterusnya sampai kembali lagi ke posisi Barat. Nah ada 1 rasi bintang yang terlihat berbeda dari yang lainnya,  bintang-bintang nya sangat begitu dekat,  hal ini yang sangat menarik sekali,  karena kebanyakan rasi-rasi bintang di langit terlihat berjauhan, hal ini berbeda dengan rasi bintang yang satu ini,  punya keunikan tersendiri,  hanya saja bintang nya agak lebih redup,  tapi masih bisa terlihat jelas di mata bahkan pada langit perkotaan yang tercemar oleh polisi cahaya.  Akupun penasaran dengan rasi bintang unik ini yang berbentuk seperti layang-layang kecil berekor,  apakah namanya,  mengapa mereka bisa sedekat itu,  seiring berjalan nya waktu,  aku pun mendapat kan namanya di googling, ternyata Rasi Bintang yang unik itu yang sering kulihat malam nya adalah sebuah gugus bintang,  kalau bahasa Astronomi nya adalah open cluster,  bernama Pleiades,  sesuai jenis bintang nya,  gugus bintang merupakan kumpulan bintang-bintang muda yang masih terdapat awan antarbintang di sekeliling bintang-bintang nya dan merupakan gugus bintang terdekat di Bumi yang dapat dilihat langsung oleh mata,  ohh...  Puas rasanya mengenal gugus bintang unik ini,  kalau ingin melihat Pleiades ini,  ia berada di lengan rasi bintang Orion,  arah Barat laut,  sedangkan waktu yang tepat untuk mengamati gugus bintang ini adalah antar bulan Februari - Mei,  karena ia tepat berada di atas kepala pada jam 8 - 9 Malam (jam sebelum waktu tidur)  jadi sebelum tidur ada baiknya melihat gugus bintang ini :v

  Itulah masa kecilku,  masa dimana aku banyak kesempatan menikmati memandang langit malam,  belum ada lampu jalan,  yang menjadi polusi cahaya di saat sekarang ini.  Sebenarnya sekarang pun aku bisa memandang langit malam di kampungku,  hanya saja semenjak di pasangnya lampu-lampu jalan jadi agak malas sudah untuk memandang langit,  karena intensitas cahaya lampu jalanan memacar di langit malam,  sehingga Bintang-bintang pun terlihat lebih redup,  belum lagi mata ku sudah kabur (rabun jauh) tak bisa lagi memandang objek jauh,  mungkin karena pengaruh keseringan memandang layar PC dan handphone :') .  Aku sebenarnya masih rindu dengan suasana itu,  aku berharap bisa kembali memandang langit malam tapi aku lebih berharap lagi memandang langit malam bersama keluarga kecilku kelak, bersama orang-orang tersayang,  dan aku menjelaskan kepada mereka bintang-bintang yang ada di langit,  menunjuk bersama dan menikmati kesunyian malam yang syahdu,  semoga aamiin ya rabb :) .

Comments